BORNEONEWS, Pulang Pisau – Polres Pulang Pisau menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat, 13 Maret 2026, di Mako Polairud Polres Pulang Pisau.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji mengatakan, gerakan pangan murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kegiatan zoom meeting yang dipimpin oleh Wakapolri.
“Jadi hari ini, Jumat 13 Maret 2026, kita sama-sama telah menyaksikan zoom secara serentak se-Indonesia yang dipimpin oleh Bapak Wakapolri terkait dengan Gerakan Pangan Murah. Tujuannya untuk memastikan dalam rangka mendekati Hari Raya Idulfitri, ketersediaan bahan pokok khususnya beras itu tersedia dan cukup, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Kapolres.
Selain memastikan ketersediaan, pihaknya juga ingin memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan sesuai ketentuan pemerintah.
“Kita juga memastikan tidak ada penjualan dengan harga yang melampaui ketentuan, sehingga tetap sesuai dengan HET,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, masih dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat jangan panik buying, karena dari laporan yang disampaikan pusat, ketersediaan beras secara nasional bahkan surplus,” katanya.
Iqbal menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Pulang Pisau mencatatkan produksi beras yang cukup tinggi.
“Di tahun 2025 Kabupaten Pulang Pisau total produksi beras mencapai sekitar 107 ton atau 115 persen dari target. Sehingga di tahun 2026 ini saya yakin dengan kerja sama Bulog, Polri, serta dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait, situasi pangan di Pulang Pisau tetap aman dan terkendali,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pangan murah tersebut akan terus dilaksanakan dan diperluas hingga ke tingkat kecamatan melalui jajaran Polsek.
“Setelah ini para Kapolsek juga akan melaksanakan kegiatan serupa di kecamatan masing-masing, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (RETHA/y)









