KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam agenda kunjungan jajaran Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah ke SMAN 2 Kuala Kapuas pada Senin kemarin, isu akses bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu menjadi salah satu pembahasan utama. Perhatian tersebut mencuat saat seorang siswi kelas XII-C, Sylvia Agustina Pratiwi, menyampaikan langsung kondisi yang dihadapinya.

Sylvia mengungkapkan dirinya berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Orang tuanya bekerja sebagai penjual jamu dalam skala usaha kecil, sehingga penghasilan yang diperoleh belum sepenuhnya mampu mendukung rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya dari keluarga sederhana, orang tua berjualan jamu. Saya sudah mencoba mengurus dari awal kelas XII, tapi masih masuk desil 6 sampai 10. Padahal kondisi kami sebenarnya berharap bisa masuk desil 1 sampai 5,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi bukan pada proses pengajuan, melainkan pada hasil pendataan kesejahteraan. Dalam sistem, dirinya tercatat berada pada kategori yang membuat peluang mendapatkan bantuan menjadi lebih kecil.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya di lapangan. Ia pun berharap adanya peninjauan ulang agar keluarganya dapat masuk dalam kategori yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi yang dimiliki.

Upaya pengajuan bantuan, lanjut Sylvia, telah dilakukan sejak awal melalui pihak kecamatan. Namun hingga kini, data yang tercatat belum mengalami perubahan, sehingga harapan untuk mendapatkan bantuan masih terhambat.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan pihaknya akan mendorong perbaikan dan validasi data agar lebih akurat.

Ia menegaskan bahwa klasifikasi desil menjadi faktor penting dalam menentukan penerima bantuan pendidikan. Oleh karena itu, pembaruan data menjadi langkah krusial agar bantuan dapat tepat sasaran, sekaligus memastikan tidak ada siswa yang tertinggal akibat kendala administratif.

"Supaya nanti saat kuliah bisa mendapatkan keringanan melalui KIP Kuliah, kita dorong agar bisa masuk desil 1 sampai 5. Adik ini merupakan salah satu potret dari banyak siswa lain yang mungkin memiliki kondisi serupa,” ujarnya. (SABRIANOOR/H)