PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan jenis usaha hingga Februari 2026 masih didominasi oleh segmen non-UMKM. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan lebih banyak mengalir ke sektor usaha skala besar dibandingkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pengawas Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Raden Anggy Priansyah, menyampaikan bahwa kredit non-UMKM tercatat sebesar Rp36,20 triliun atau 66,39 persen dari total penyaluran kredit.

“Porsi terbesar masih berada pada kredit non-UMKM, yang menunjukkan dominasi pembiayaan pada sektor usaha besar,” ungkap Anggy pada Sabtu, 4 April 2026.

Sementara itu, kredit mikro menempati posisi berikutnya dengan nilai Rp9,10 triliun atau 16,69 persen dari total penyaluran kredit. Disusul kredit kecil sebesar Rp5,88 triliun atau 10,79 persen.

"Adapun kredit menengah tercatat sebesar Rp3,34 triliun atau 6,12 persen dari total penyaluran kredit," tambah Anggy.

Meski porsinya lebih kecil, segmen ini tetap menjadi bagian penting dalam struktur pembiayaan perbankan.

Anggy menambahkan, komposisi tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk terus mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, sehingga dapat memperkuat peran sektor ini dalam menopang perekonomian daerah.(TESTI PRISCILLA/y)