PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah atau OJK Provinsi Kalteng terus memperkuat sinergi dalam mendorong perluasan akses keuangan di daerah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Semester I Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala OJK Kalteng, perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur mewakili bupati, seluruh anggota TPAKD wilayah barat dan tengah, serta pimpinan lembaga jasa keuangan setempat.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan, rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat akses keuangan yang inklusif, khususnya untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dan pengembangan UMKM di daerah.

“Melalui sinergi TPAKD, kita terus mendorong akses keuangan yang lebih luas dan merata, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha di daerah,” kata Primandanu pada Kamis, 9 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, TPAKD juga memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Hasilnya, sebanyak 58.937 debitur telah memperoleh akses pembiayaan melalui berbagai skema, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR), serta kredit lainnya.

"Selain itu, program Simpanan Pelajar (SimPel) berhasil menjangkau 405.983 nasabah," terangnya.

Sementara itu, penguatan layanan keuangan berbasis digital juga menunjukkan perkembangan dengan terbentuknya 11.056 agen Laku Pandai dan 2.196 merchant QRIS di Kalimantan Tengah.

Tak hanya itu, terdapat pula penambahan 22.746 nasabah baru pada berbagai program tabungan lainnya.

"Capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat seluruh anggota TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan di Kalimantan Tengah," tutur Primandanu lagi. (TESTI PRISCILLA/y)