PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Palangka Raya kini mendapatkan angin segar terkait kemudahan akses permodalan.

Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) menegaskan bahwa pemahaman mengenai perbankan syariah merupakan elemen krusial untuk memperkuat struktur keuangan para pelaku usaha lokal.

Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Palangka Raya adalah langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan solusi finansial yang inklusif.

Menurutnya, banyak pelaku IKM yang sebenarnya memiliki potensi besar namun masih ragu dalam mengakses layanan perbankan untuk pengembangan usaha.

"Kami melihat bahwa sosialisasi perbankan syariah ini adalah kunci. Banyak pelaku IKM yang membutuhkan penguatan modal namun memerlukan skema yang transparan dan sesuai dengan prinsip mereka. Melalui sinergi ini, kami membuka pintu bagi mereka untuk mendalami program pembiayaan yang ada," ungkapnya, Senin, 13 April 2026.

Samsul menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah.

Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mendapatkan modal kerja maupun investasi tanpa beban administratif yang memberatkan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas produksi.

Program tersebut akan mencakup bimbingan literasi keuangan secara mendalam, mulai dari manajemen risiko hingga pemanfaatan platform digital perbankan untuk mendukung transaksi usaha yang lebih efisien dan modern.

Dia berharap melalui penguatan modal berbasis syariah ini, IKM di Palangka Raya dapat lebih berdaya saing dan tangguh.

Ia optimis bahwa keberhasilan program ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih stabil dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat secara luas. (HENDRI/H)