PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Meski menunjukkan perkembangan, penyaluran KUR masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi secara bersama.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah masih adanya kesenjangan antara realisasi dan target penyaluran KUR. Selain itu, distribusi pembiayaan juga dinilai belum merata di antara lembaga penyalur, sehingga belum seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaat program tersebut secara optimal.

“Diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan lembaga keuangan agar penyaluran KUR bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Primandanu pada Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Kredit Program atau SIKP menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat penyaluran KUR. Melalui sistem ini, data calon debitur potensial dapat diidentifikasi lebih akurat, sehingga memudahkan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan.

"Selain itu, percepatan penyediaan data debitur potensial serta diversifikasi lembaga penyalur juga dinilai penting untuk mendorong pemerataan akses pembiayaan," tuturnya.

Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, diharapkan jangkauan KUR dapat diperluas hingga ke sektor-sektor usaha yang selama ini belum terlayani secara maksimal.

Hal ini turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Semester I Tahun 2026 yang bertempat di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan tersebut turut diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas program kerja prioritas TPAKD Tahun 2026.

Fokus pembahasan meliputi penguatan akses pembiayaan UMKM, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta langkah konkret dalam mempercepat perluasan akses keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/H)