BORNEONEWS, Sampit - Hasil pengembangan empat remaja yang tertangkap pesta sabu di Hotel Werra Resort, Jumat (30/12/2016) dini hari, polisi meringkus Soleh, alias Rahmat (18), kurir penjual sabu tersebut. Dari penangkapan itu, aparat Polres Kotawaringin Timur juga menyita barang bukti 0,51 gram sabu.

“Kami berhasil meringkus Soleh alias Rahmat (18) warga Jl Sekar Arum, Kelurahan Sawahan, dari pengakuannya dia hanya sebagai kurir yang mengantarkan sabu tersebut kepada empat remaja yang lebih dulu kami amankan,” ujar Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan melalui Waka Polres Kompol Bronto Budiono, Jumat (30/12/2016) siang.

Selain berhasil meringkus Rahmat, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa dua paket sabu seberat 0,51 gram yang disimpan di dalam hyelem, selembar potongan plastic, dan sebuah telepon genggam yang digunakan untuk bertransaksi.

Sementara untuk empat remaja yang juga ditangkap pada saat pesta sabu masih dalam pemeriksaan mendalam. Dimana dari informasi dihimpun Borneonews, wanita itu bersama suaminya ikut dalam pesta sabu. Dan dua orang lainnya adalah teman mereka.

Namun untuk keempat remaja itu diduga hanya pemakai, sehingga tindak lanjutnya akan diberikan sosialisasi maupun rehabilitasi.  

Tersangka sendiri diciduk oleh aparat di rumahnya yang berada di Jl Sekar Arum, dimana hal itu bermula ketika aparat melakukan kegiatan malam, dengan mendtangi sejumlah tempat hiburan malam dan hotel.

Dimana saat itu pihaknya mendatangi Hotel Werra Resort, dan menemukan empat orang yang sedang asik pesta sabu di dalam kamar. Hal itu diketahui setelah jajaran Polres Kotim melakukan penggeledahan. Dimana mereka menemukan satu alat hisap sabu, serbuk sabu, dan juga obat zenith carnophen.

Setelah hal itu dilakukan, polisi langsung melakukan pengembangan. Dimana mereka mengajak salah satu dari empat orang itu dimana dia membeli sabu. Setelah hal itu dilakukan, dan berhasil meringkus Rahmat, saat berada di rumahnya.

“Selain meringkus kurir tersebut, kami juga menyita miras di tempat karaoke Inul Vista,” ungkap Bronto. (M. HAMIM/N).