PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan kerja strategis dari jajaran Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan lapangan dan koordinasi teknis di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Limbah Medis.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri beserta rombongan, didampingi oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, secara langsung memimpin jalannya kegiatan.

Agenda dimulai dengan pemantauan aktivitas perkantoran di Gedung UPT Pengolahan Limbah Medis, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area operasional lapangan untuk melihat kondisi sarana dan prasarana yang ada.

Dalam kunjungan ini, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, memastikan seluruh instrumen pengolahan limbah medis berfungsi optimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Kedua, melakukan koordinasi terkait struktur manajemen dan efektivitas kinerja UPT sebagai unit pelayanan publik.

"Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk menyinkronkan kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, guna menjamin pengelolaan limbah B3 medis yang aman, akuntabel, dan ramah lingkungan," ungkap Joni Harta, Jumat, 24 April 2026.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa kehadiran tim dari Kemendagri merupakan bentuk dukungan penting dalam upaya mewujudkan tata kelola limbah medis yang profesional dan terintegrasi.

"Melalui sinergi ini, diharapkan UPT Pengolahan Limbah Medis dapat terus meningkatkan kapasitas layanannya demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/H)