PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (BI Kalteng) mengingatkan masyarakat, agar semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan transaksi non tunai.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan GEMPITA 2026 yang digelar di Kota Palangka Raya sebagai bagian dari penguatan literasi sistem pembayaran digital dan pelindungan konsumen.

Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan QRIS dan interoperabilitas transaksi digital, tetapi juga edukasi terkait keamanan transaksi dan langkah pencegahan penipuan digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan GEMPITA 2026 hadir sebagai gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat semakin melek digital dan cerdas dalam bertransaksi.

Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan digital harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi dan memahami berbagai modus kejahatan siber.

“Literasi digital bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu melindungi diri dari risiko penipuan digital,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah membagikan kode OTP, PIN maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap tautan mencurigakan, modus phishing hingga penawaran hadiah palsu yang marak terjadi di media digital.

Melalui kegiatan tersebut, BI Kalteng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya transaksi digital yang aman dan bertanggung jawab, sehingga ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Tengah dapat tumbuh secara sehat, inklusif dan terpercaya. (MARINI/Y)