BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengutamaan penggunaan bahasa negara di ruang publik dan dokumen lembaga melalui kegiatan audiensi, sosialisasi, dan pemantauan data awal yang dilaksanakan di sejumlah instansi dan lembaga di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari satuan pendidikan, instansi pemerintah, layanan kesehatan, dunia usaha hingga lembaga konservasi. Tim Balai Bahasa dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjangkau sejumlah lokasi secara paralel.
Tim 1 melakukan kunjungan ke SDN 1 Panarung dan SDN 5 Menteng. Tim 2 melaksanakan kegiatan di Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah, Klinik NU, SDN Percobaan, dan SDN 4 Menteng. Sementara Tim 3 mengunjungi SMP Kristen Palangka Raya, SMP Nasional Palangka Raya, KPD Swalayan, dan BOSF Nyaru Menteng.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan lembaga.
Menurutnya, pengutamaan bahasa negara tidak hanya sebatas penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi formal, tetapi juga mencakup penulisan dokumen resmi, papan informasi, hingga berbagai media layanan publik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan setiap lembaga memahami pentingnya pengutamaan bahasa negara serta siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,” ujar Sukardi pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, audiensi dan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman awal terkait program Pengutamaan Bahasa Negara, sedangkan pemantauan data awal bertujuan memetakan kondisi penggunaan bahasa Indonesia di masing-masing lembaga.
Sukardi menilai keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar implementasi pengutamaan bahasa negara dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara Balai Bahasa dan lembaga mitra, penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik diharapkan semakin tertib dan sesuai kaidah.
“Penggunaan bahasa negara yang baik di ruang publik merupakan bagian dari identitas dan jati diri bangsa. Karena itu, perlu ada komitmen bersama untuk menjaga dan mengutamakannya,” katanya lagi.
Selain melakukan pemantauan, tim Balai Bahasa juga berdialog dengan pihak lembaga guna mengetahui kesiapan mereka dalam mendukung program tersebut. Kegiatan itu sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih intensif ke depan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap pengutamaan bahasa negara dapat semakin diterapkan secara konsisten di berbagai sektor, baik pendidikan, pemerintahan, pelayanan publik, maupun dunia usaha di Kota Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/y)









