BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi Mei 2026 sebesar 0,34 persen secara bulanan atau month-to-month dan 4,56 persen secara tahunan atau year-on-year berdasarkan data rilis awal Juni 2026.
Kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi, selain meningkatnya biaya transportasi dan penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Data BPS menunjukkan Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, diikuti Kabupaten Sukamara sebesar 0,63 persen dan Sampit sebesar 0,42 persen.
Sementara itu, data menunjukan Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen pada periode yang sama.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat koordinasi dan langkah pengendalian inflasi di seluruh wilayah.
Data inflasi tersebut turut menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/y)
Palangka Raya Daerah dengan Inflasi Tertinggi di Kalteng
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Harga Beras Jadi Penyumbang Inflasi Kalteng, BPS Dorong Pergeseran Pola Tanam
Rata-rata Rumah Tangga Miskin Kalteng Beranggotakan 4,82 Orang
Kemiskinan Perdesaan Kalteng Naik Lebih Tinggi Dibanding Perkotaan
Penduduk Miskin Kalteng Naik Jadi 146,71 Ribu Orang
Kalteng Penyumbang Ekonomi Terbesar Keempat di Pulau Kalimantan
Pertanian Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







