BORNEONEWS, Palangka Raya - Persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan pada Maret 2026.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan persentase penduduk miskin perdesaan mencapai 5,27 persen pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat 0,25 persen poin dibandingkan September 2025.
Sementara itu, persentase penduduk miskin perkotaan tercatat sebesar 4,86 persen. Angka ini juga meningkat, namun hanya sebesar 0,02 persen poin dibandingkan September 2025.
"Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2026 sebesar 4,86 persen, sedangkan perdesaan sebesar 5,27 persen," ujar Toto kepada Borneonews pada Senin, 10 Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Bahkan, kenaikan persentase kemiskinan di perdesaan dalam periode September 2025 hingga Maret 2026 tercatat lebih besar.
"Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan pengentasan kemiskinan, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat perdesaan," katanya.
Intervensi terhadap masyarakat miskin perdesaan perlu mempertimbangkan karakteristik ekonomi dan sumber penghasilan masyarakat sehingga program yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. (TESTI PRISCILLA/H)









