PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Koordinator Aksi Aliansi Kalteng Bergerak, Joseph, menegaskan pihaknya tidak akan mundur dalam memperjuangkan tuntutan yang telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah (Kalteng) meskipun mengaku menghadapi berbagai bentuk tekanan dan dugaan intimidasi.

Menurut Joseph, aksi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi masyarakat dan mengawal transparansi dalam pelaksanaan proyek-proyek yang menggunakan anggaran publik. 

Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga memperoleh kejelasan.

“Kami tidak akan mundur meskipun ada intimidasi. Apa yang kami lakukan adalah menyampaikan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan transparansi serta akuntabilitas,” tegas Joseph, Jumat 5 Juni 2026 

Ia menambahkan, Aliansi Kalteng Bergerak akan tetap menempuh jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum dan menjaga aksi penyampaian pendapat tetap berlangsung secara tertib.

Joseph berharap, pemerintah dan instansi terkait dapat merespons tuntutan yang disampaikan secara terbuka sehingga polemik cat biru yang berkembang di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik. (MARINI/H)