JAKARTA –

BORNEONEWS, Wamena - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menilai sektor UMKM menjadi solusi bagi pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten untuk dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Ketika UMKM bertumbuh dan berkembang, nilai penjualannya baik tentu akan membutuhkan tenaga-tenaga yang dapat membantu proses produksi, pemasaran serta tenaga yang dapat mendesain produk-produk yang lebih baik,” kata Asisten Deputi Pembinaan Jabatan Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Kementerian UMKM Adi Trisnojuwono di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis.

Menurut dia, sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia karena menyumbang lebih dari 61 persen produk domestik bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja.

“Pemerintah terus mendorong pelaku usaha agar naik kelas melalui kemudahan legalitas seperti nomor induk berusaha (NIB) dan penyaluran kredit produktif,” ujarnya.

Dia menjelaskan sektor UMKM sesuai data Bank Indonesia dan Kementerian UMKM terbagi dalam beberapa sektor di antaranya pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan mendominasi 48 persen. Perdagangan, hotel, restoran mencakup usaha ritel, kuliner, fesyen dan oleh-oleh.

"Kami sarankan supaya pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk terus mendorong pengembangan sektor UMKM sehingga masyarakatnya memperoleh pendapatan dan hidup sejahtera," katanya

Dia menambahkan sementara sektor industri pengolahan seperti kerajinan tangan, garmen dan produksi makanan ringan. Jasa transportasi di antaranya logistik, layanan kecantikan, otomotif dan ekonomi kreatif perlu untuk didorong secara optimal.

"Pemerintah daerah harus mempermudah segala bentuk pengurusan izin usaha, membantu permodalan, membantu pelatihan sehingga masyarakat di Papua Pegunungan khususnya Jayawijaya dapat memiliki kemampuan untuk menjalankan UMKM di sini," ujarnya.

ANTARA