PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peluang ekspor produk turunan kelapa sawit selain minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO dinilai masih sangat terbuka. Karena itu, hilirisasi produk sawit perlu terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan selama ini industri sawit tidak hanya menghasilkan CPO, tetapi juga berbagai produk turunan yang memiliki potensi pasar internasional.

"Produk turunan sawit memiliki prospek yang sangat baik. Tidak hanya CPO, tetapi juga berbagai produk hasil olahan lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan permintaannya terus berkembang di pasar global," kata Rawing pada Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Rawing, sejumlah produk turunan seperti minyak goreng, oleokimia, biodiesel, palm kernel oil (PKO), palm kernel expeller (PKE), hingga produk berbahan baku limbah sawit memiliki peluang untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.

Ia menilai pengembangan hilirisasi menjadi langkah strategis agar Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah penghasil sawit, tidak hanya bergantung pada ekspor bahan baku.

"Hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk sawit. Semakin banyak produk yang diolah di dalam negeri, semakin besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan, baik bagi industri maupun masyarakat," ujarnya.

Rawing juga menyoroti potensi pemanfaatan limbah sawit menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, pelepah, cangkang, serat, hingga lidi sawit kini mulai dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki peluang pasar, termasuk untuk ekspor.

Ia menyebut perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri sawit terus berinovasi dalam memanfaatkan seluruh bagian tanaman sehingga mampu mendukung konsep ekonomi sirkular dan industri yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, Rawing menilai peningkatan ekspor produk turunan sawit memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga lembaga penelitian. Dukungan tersebut antara lain melalui peningkatan kualitas produk, kemudahan investasi di sektor hilir, serta perluasan akses pasar internasional.

"Kami berharap hilirisasi sawit terus berkembang sehingga Indonesia tidak hanya dikenal sebagai eksportir bahan baku, tetapi juga sebagai produsen berbagai produk turunan sawit yang memiliki daya saing tinggi di pasar dunia," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)