BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat berbagai program pelindungan dan pelestarian bahasa daerah sebagai upaya menjaga kekayaan budaya sekaligus mencegah kepunahan bahasa yang menjadi identitas masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, mengatakan bahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama karena memiliki nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya dan media untuk mewariskan nilai-nilai luhur masyarakat. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama," kata Sukardi pada Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Sukardi, Balai Bahasa terus menjalankan berbagai program pelindungan bahasa daerah, mulai dari pendokumentasian kosakata, penelitian kebahasaan, pemetaan bahasa, revitalisasi bahasa daerah, hingga pendampingan kepada sekolah dan komunitas.
Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah program revitalisasi bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Program tersebut bertujuan mendorong generasi muda mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sehingga keberadaannya tetap lestari.
"Pelestarian bahasa daerah harus dimulai sejak usia dini. Sekolah memiliki peran penting dalam memperkenalkan bahasa daerah kepada peserta didik agar mereka memiliki rasa bangga terhadap bahasa dan budayanya sendiri," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelestarian bahasa daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, komunitas budaya, serta masyarakat untuk memastikan bahasa daerah tetap digunakan di lingkungan keluarga maupun ruang-ruang sosial.
Selain itu, Balai Bahasa juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Berbagai kegiatan seperti lomba, festival, pelatihan, dan publikasi digital terus dikembangkan agar bahasa daerah semakin dikenal oleh generasi muda.
Sukardi berharap masyarakat Kalimantan Tengah terus menumbuhkan kebanggaan menggunakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
"Jika bahasa daerah terus digunakan, diajarkan, dan diwariskan kepada anak-anak, maka kita tidak hanya menjaga sebuah bahasa, tetapi juga menjaga sejarah, jati diri, dan kekayaan budaya Kalimantan Tengah untuk generasi mendatang," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









