KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kebakaran hebat melanda kawasan Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada Minggu malam, 28 Juni 2026. Kobaran api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 23.20 WITA dan dengan cepat membesar hingga merembet ke bangunan di sekitarnya. Sejumlah relawan pemadam, BPBD, dan unit emergency gabungan segera bergerak menuju lokasi.

Berdasarkan laporan dari lapangan, api terus membesar pada awal kejadian. Relawan menginformasikan kobaran api masih aktif dan telah menjalar ke bangunan di sebelahnya. Dalam perkembangan awal, sedikitnya tiga rumah dilaporkan terdampak kebakaran, sebelum kemudian jumlahnya bertambah berdasarkan pendataan di lokasi.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala serius akibat minimnya pasokan air. Relawan di lapangan berkali-kali menyampaikan bahwa titik sumber air sulit dijangkau sehingga dibutuhkan tambahan unit tangki untuk memasok air ke lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pengendalian api berlangsung lebih lama.

Meski demikian, puluhan unit pemadam dari berbagai daerah terus berdatangan ke lokasi. Damkar Induk, BPBD, BPK, PMK, serta relawan emergency gabungan bahu-membahu melakukan penyemprotan dari berbagai sisi untuk mencegah api semakin meluas ke permukiman warga.

Menjelang pukul 24.00 WITA, perkembangan mulai menunjukkan hasil. Relawan melaporkan kobaran api berangsur menurun dan lokasi mulai mengeluarkan asap putih, yang menjadi indikasi bahwa api utama mulai berhasil dikendalikan. Namun, petugas menegaskan kondisi saat itu belum sepenuhnya aman karena proses pembasahan belum dapat dilakukan secara maksimal akibat keterbatasan air.

Sekitar pukul 00.16 WITA, Senin, 29 Juni 2026, relawan kembali memberikan pembaruan bahwa proses pembasahan masih terkendala minimnya sumber air. Petugas tetap melakukan pendinginan di titik-titik yang masih berpotensi menyala kembali untuk mencegah munculnya api susulan.

Berdasarkan informasi terbaru dari relawan di lokasi, sekitar empat rumah dilaporkan terdampak dalam musibah tersebut. "Menurut info rekanan sekitar empat buah rumah yang terkena musibah," demikian laporan Ahmad, yang diteruskan dari lapangan. 

Relawan juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Alhamdulillah tidak ada korban dalam perihal tersebut," bunyi laporan lanjutan.

Hingga proses penanganan berakhir, petugas gabungan masih melakukan pembasahan dan pendataan terhadap bangunan yang terdampak kebakaran. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran serta nilai kerugian akibat peristiwa tersebut masih belum diketahui dan menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. (SABRIANOOR/H)