BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulog Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian khususnya padi di wilayah Kabupaten Kapuas seiring masuknya musim panen di wilayah setempat.
"Bulog berkomitmen mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian di Kalimantan Tengah, salah satunya sebagai daerah lumbung pangan yakni Kabupaten Kapuas," kata Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana di Palangka Raya, Jumat.
Pelaksanaan panen raya padi yang baru saja terselenggara di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, pada Rabu (8/7), menjadi penanda untuk pengoptimalan penyerapan hasil panen tersebut sekaligus sebagian bagian upaya mendukung ketahanan pangan.
Adapun dalam panen raya ini, meliputi empat lokasi utama yakni Bataguh dengan luasan 8.643 hektare, Kapuas Kuala seluas 8.674 hektare, Tamban Catur seluas 4.027 hektare dan Kapuas Timur 4.472 hektare, sehingga total luasan mencapai 25.817 hektare.
Erwin menjelaskan, Kapuas merupakan salah satu lumbung pangan untuk wilayah Kalimantan Tengah, sehingga pihaknya pun memastikan penyerapan hasil pertaniannya akan selalu dilakukan dengan maksimal.
"Per 8 Juli 2026, khusus untuk wilayah Kapuas, Bulog telah menyerap hingga sebanyak 1.945 ton setara beras atau 3.803 ton gabah," jelasnya.
Adapun target penyerapan hasil pertanian di wilayah Kapuas pada 2026 ini yakni 6.577 ton gabah atau 3.364 ton setara beras.
"Realisasi penyerapan Bulog untuk wilayah Kapuas ini memang baru mencapai 57,83 persen setara beras, kami akan optimalkan terus penyerapannya, mengingat saat ini wilayah Kapuas sudah mulai memasuki musim panen", terangnya.
Dengan mengacu dari harga beli gabah sesuai ketetapan pemerintah yakni Rp6.500 per kilogram, maka Bulog secara konsisten tak hanya mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan, namun juga memacu perekonomian daerah ataupun meningkatkan kesejahteraan petani.
ANTARA









