PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menyoroti dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terhadap kesehatan masyarakat. Selain merusak lingkungan, asap akibat Karhutla dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Teras Narang mengatakan, hingga pertengahan Juli 2026 telah tercatat 472 kejadian Karhutla di Kalteng berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng. Dari kejadian tersebut, lebih dari 456,78 hektare lahan hijau telah terbakar.

Menurutnya, angka tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Sebab, Karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau ekstrem tidak hanya menyisakan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Saya melihat dampak Karhutla ini sudah sangat memukul kehidupan sehari-hari masyarakat secara nyata. Kondisi ini memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lansia,” kata Teras Narang dalam rilisnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menilai perlindungan terhadap masyarakat dari dampak asap Karhutla harus menjadi perhatian pemerintah. Hak masyarakat atas keselamatan dan kesehatan tidak boleh diabaikan dalam setiap kebijakan penanganan bencana.

Karena itu, Teras Narang mendorong penguatan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha harus berkolaborasi mencegah munculnya titik api dan memastikan kebakaran dapat segera ditangani.

“Sebagaimana hak masyarakat atas keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari bencana asap mesti mutlak dijaga. Bersama mari upayakan penanganan Karhutla dapat berjalan baik,” ujar Mantan Gubernur Kalteng ini. (TESTI PRISCILLA/y)