PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang meminta pemerintah tidak menormalisasi kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, situasi yang telah berlangsung lebih dari sebulan harus menjadi perhatian serius karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat.

"Mari membangun kearifan di tengah bencana kebakaran saat ini. Kalteng terutama dalam sebulan lebih ini sudah menderita," kata Teras pada Selasa, 29 September 2026.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai sesuatu yang biasa. Menurut dia, penanganan bencana harus berangkat dari kondisi nyata yang dialami masyarakat.

"Hendaknya tidak ada yang menormalisasi keadaan ini, juga tidak ada yang mencoba mencari kambing hitam apalagi menutup ruang hidup masyarakat yang selama ini mengandalkan tanah mereka yang tak seberapa untuk hidup," ujar Mantan Gubernur Kalimantan Tengah ini.

Teras menilai negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan masyarakat ketika bencana terjadi. Penanganan karhutla, kata dia, tidak cukup hanya dengan memperdebatkan regulasi.

Ia juga menyinggung kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak asap. Menurutnya, keluhan masyarakat dan data peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA harus menjadi perhatian dalam menentukan langkah penanganan.

"Rakyat Kalteng dan Kalimantan pada umumnya, masih menunggu tanggung jawab negara dan penanggung jawab badan penanggulangan bencana, yang memandang aktivitas warga masih normal, saat rakyat sudah mengeluh dan data peningkatan kasus ISPA juga ada," katanya.

Teras meminta seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk menangani bencana dan melindungi masyarakat.

"Jangan biarkan bencana berlama-lama, kerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menyelamatkan rakyat," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/H)