BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Selasa, 4 Agustus 2026, disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan membeli bahan pangan dengan harga lebih murah.
Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau. Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid membuka kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Bupati Abdul Hamid mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas.
"Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah," kata Abdul Hamid.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan tujuh komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat, yakni beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Seluruh komoditas dijual dengan subsidi antara 5 hingga 35 persen dari harga eceran tertinggi di Kabupaten Lamandau.
"Harga yang lebih terjangkau ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, sehingga daya beli tetap terjaga," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamandau menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan pasokan dan mengantisipasi gejolak harga bahan pangan strategis.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga pangan di Kabupaten Lamandau tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, dan upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif. (NATALIA KRISTIN/H)









