BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Perumdam Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas mulai memberlakukan pengaturan distribusi air bersih secara bergilir kepada pelanggan menyusul terjadinya intrusi air laut (air asin) pada Sungai Kapuas Murung. Kondisi tersebut mengakibatkan perusahaan tidak dapat mengoperasikan instalasi pengolahan air dengan kapasitas normal.
Direktur Perumdam Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas, Abisua Setia Nugroho, mengatakan intrusi air asin membuat sumber air baku di Sungai Kapuas Murung tidak lagi layak diolah. Saat ini, pihaknya hanya dapat mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 100 liter per detik dengan memanfaatkan pasokan air baku dari wilayah Palingkau.
"Saat ini air baku Sungai Kapuas Murung mengalami intrusi air laut (asin), sehingga kami hanya bisa mengoperasikan pengolahan di IPA dengan kapasitas 100 liter per detik menggunakan air baku dari Palingkau. Oleh karena itu, kami menerapkan pengaturan pengaliran air kepada pelanggan secara bergilir," ujar Abisua dalam pengumuman resmi tertanggal 10 Agustus 2026.
Penggiliran distribusi mulai diterapkan 11 Agustus 2026 untuk Wilayah I yang mencakup antara lain Jalan Sudirman, Melati, MT Haryono, MT Soegiono, Sutoyo, Kalimantan, Kasturi, Milono, Teratai, Sugiman, Panglima Batur, KS Tubun, Suprapto, RA Kartini, Seroja, S Parman, Ahmad Yani, DI Panjaitan, Anggrek hingga Mahakam. Sementara Wilayah II mulai diberlakukan pada 12 Agustus 2026, meliputi Jalan Cilik Riwut, Pemuda, Meranti, Patih Rumbih, Tambun Bungai, Garuda, Sulawesi, Sumatera, Agatis, Keruing, Handel Selamat, Dunia, Lintas Kalimantan, Pemuda Permai, Nusa Indah, Kenanga, Pilau, Jawa, Maluku, Perwira, Kapuas, Barito, Singaduta, Sei Tatas, Sei Kayu dan Perum Pondok Indah Resident. Pergantian wilayah dilakukan setiap hari pukul 04.00 WIB.
Abisua mengimbau seluruh pelanggan untuk melakukan langkah antisipasi selama masa penggiliran berlangsung. Masyarakat diminta menampung air saat aliran tersedia, tidak menggunakan pompa untuk menyedot air langsung dari jaringan pipa, serta menggunakan air secara hemat dan memprioritaskan kebutuhan pokok.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah sementara agar distribusi air tetap dapat menjangkau seluruh pelanggan di tengah keterbatasan kapasitas produksi akibat intrusi air laut. Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berharap pelanggan dapat memahami kondisi yang sedang terjadi.
Perumdam Tirta Pambelom menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi kualitas air baku di Sungai Kapuas Murung. Apabila kondisi kembali normal dan kapasitas produksi dapat ditingkatkan, pola distribusi air akan disesuaikan kembali sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan seperti biasa. (SABRIANOOR/y)









