BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kebijakan penggiliran distribusi air bersih setiap 24 jam yang diterapkan Perumdam Tirta Pambelom Kapuas menyusul intrusi air laut di Sungai Kapuas Murung memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Salah satunya datang dari seorang warga yang mengusulkan agar penggiliran dilakukan setiap enam jam agar pelanggan tidak terlalu lama menunggu pasokan air.
Warga tersebut menyampaikan, apabila distribusi dibagi menjadi beberapa sesi, misalnya wilayah A mendapat aliran pukul 06.00–12.00 WIB dan wilayah B pukul 12.00–18.00 WIB, masyarakat dinilai tidak perlu menunggu hingga sehari penuh untuk kembali memperoleh air bersih. Menurutnya, pola 24 jam terasa cukup berat karena kebutuhan air rumah tangga tetap berlangsung setiap hari.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Perumdam Tirta Pambelom Kapuas, Abisua Setia Nugroho, mengatakan skema penggiliran yang diterapkan saat ini telah melalui berbagai pertimbangan teknis. Menurutnya, pembagian waktu enam jam justru berpotensi membuat distribusi air tidak optimal, terutama bagi pelanggan yang berada di ujung jaringan.
"Jadwal pengaliran tersebut dengan maksud agar pipa dapat segera padat sehingga pelanggan terjauh dapat aliran. Apabila per enam jam maka aliran dalam pipa tidak sempat padat dan pelanggan terjauh tidak sempat teraliri," ujar Abisua, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena kapasitas produksi air bersih saat ini mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Dengan debit yang jauh berkurang, air membutuhkan waktu lebih lama untuk memenuhi jaringan perpipaan sebelum akhirnya dapat mengalir hingga ke kawasan yang berada paling jauh dari instalasi pengolahan.
Abisua menambahkan, Perumdam akan kembali membuka seluruh katup distribusi apabila Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 sudah dapat beroperasi normal. Selama kapasitas produksi masih terbatas, perusahaan menilai pola penggiliran satu hari sekali merupakan pilihan paling efektif agar seluruh pelanggan tetap memiliki kesempatan memperoleh pasokan air.
"Jadi kami sudah pertimbangkan bahwa penjadwalan aliran yang terbaik dengan jeda satu hari atau 24 jam," tegasnya.
Sebelumnya, Perumdam Tirta Pambelom menerapkan penggiliran distribusi air bersih setelah air baku di Sungai Kapuas Murung mengalami intrusi air laut sehingga tidak dapat diolah secara normal. Saat ini perusahaan hanya mengandalkan pasokan air baku dari Palingkau dengan kapasitas produksi sekitar 100 liter per detik, sehingga distribusi harus dilakukan secara bergilir hingga kondisi kualitas air baku kembali membaik. (SABRIANOOR/y)









