PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Reza Prabowo memantau langsung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi jenjang SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh) melalui konferensi video, Senin, 31 Agustus 2026.

Pemantauan dilakukan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan sistem yang telah dibentuk Disdik Kalteng untuk melihat efektivitas pelaksanaan PJJ di sekolah.

Reza mengatakan pelaksanaan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari dengan menyesuaikan kondisi kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

"Kalau nanti di tiga hari ke depan ternyata masih kembali kabut asap, ini berlanjut terus. Akan ada perpanjangan dan itu menyesuaikan dengan sekolah masing-masing," kata Reza di Palangka Raya.

Ia menegaskan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan, melainkan proses belajar mengajar dialihkan ke rumah selama kondisi kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan.

"Jadi bukan diliburkan, tetapi anak-anak ini belajar dari rumah dan dikontrol melalui kelas digital Rumah Betang," ujarnya.

Reza menegaskan pemantauan dilakukan agar pelaksanaan PJJ tidak hanya sebatas perubahan lokasi belajar, tetapi tetap memastikan peserta didik mendapatkan pembelajaran dan tugas dari guru.

Disdik Kalteng menggunakan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di masing-masing kabupaten/kota sebagai dasar penentuan kondisi pembelajaran tatap muka.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dapat dilakukan secara daring, sedangkan peserta didik yang terkendala akses internet dapat diberikan modul atau tugas oleh guru untuk dikerjakan dari rumah.

"Evaluasinya setiap tiga hari sekali. Kita ingin memastikan pembelajaran jarak jauh benar-benar dilaksanakan, jangan sampai PJJ hanya sekadar istilah, tetapi anak-anak tidak belajar," ucapnya. (HERMAWAN DP/H)