PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah M Reza Prabowo angkat bicara terkait potongan video rapat yang membahas dampak kebijakan sekolah di tengah kabut asap dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Reza terdengar membahas sejumlah konsekuensi apabila sekolah diliburkan akibat kondisi kabut asap, salah satunya berkaitan dengan operasional dapur MBG dan kantin sekolah.

Pernyataan itu kemudian berkembang menjadi anggapan bahwa Dinas Pendidikan lebih mengutamakan keberlangsungan MBG dibandingkan keselamatan peserta didik.

Reza meminta masyarakat tidak menilai isi rapat hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

“Saya berharap kita jangan menerima informasi sepotong-sepotong,” ujar Reza di Aula Dinas Pendidikan Kalteng, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurutnya, rapat yang menjadi sumber video berlangsung cukup panjang dan pembahasannya tidak hanya menyangkut MBG, tetapi juga berbagai aspirasi serta opsi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Memang potongan video di mana rapatnya itu lama sekali. Kita juga mendengarkan aspirasi dan itu belum akhir dari rapat itu,” jelasnya.

Reza menegaskan keselamatan peserta didik tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan membantah anggapan dirinya lebih mengutamakan MBG.

“Tidak benar kalau Bapak lebih mengutamakan MBG. Tentu, tentu. Kita harus mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Ia mengatakan kondisi kabut asap yang dinamis harus diperhitungkan sebelum menetapkan kebijakan karena kondisi udara dapat berubah dalam waktu singkat.

“Kemarin itu kita lihat tiba-tiba kabutnya hilang, terus nanti ada kabut lagi. Nah, ini yang harus kita dalam membuat suatu kebijakan harus penuh dengan perhitungan seperti itu,” ujarnya.

Reza menyampaikan satuan pendidikan diarahkan mengikuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pembelajaran di daerah terdampak asap.

Sementara pelaksanaan MBG, menurutnya, sudah terdapat surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengatur pelaksanaannya.

Reza menegaskan setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi lapangan dengan tujuan memastikan keselamatan peserta didik tetap terjaga di tengah ancaman kabut asap karhutla. (HERMAWAN DP/y)