JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP), mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di masyarakat, guna menekan kenaikan harga kebutuhan pokok untuk mengendalikan inflasi tinggi di daerah itu.

"Kita mengintensifkan program GPM ini untuk mengendalikan inflasi di daerah ini," kata Kepala DPKP Gunung, Mas Eigh Manto di Kuala Kurun, Jumat.

Dia menerangkan, pelaksanaan GPM ini seperti yang telah dilaksanakan di Kuala Kurun dengan menghadirkan beras premium bersubsidi sebanyak tiga ton dan beragam komoditas lainnya.

Beras premium bersubsidi tersebut dijual dengan harga Rp70 ribu per sak kemasan lima kilogram (kg), yang artinya lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran setempat.

"Kalau di pasaran, harga beras premium saat ini sekitar Rp92 ribu per kemasan lima kg," bebernya.

Komoditas lain yang tersedia yakni beras medium SPHP sebanyak 200 sak kemasan lima kg dengan harga Rp58 ribu per sak, serta gula pasir sebanyak 500 kg dengan harga Rp15 ribu per kg.

Selain itu, tersedia pula minyak goreng kemasan merek Sedap sebanyak 300 liter dan Minyakita sebanyak 480 liter, yang masing-masing dijual seharga Rp15 ribu per liter dalam kegiatan GPM tersebut.

Tidak ketinggalan, bawang merah dan bawang putih juga tersedia, masing-masing seberat 150 kg atau setara 300 kemasan 0,5 kg, dengan harga Rp15 ribu per kemasan.

Ada juga telur ayam ras sebanyak 357 tabak dijual dengan harga Rp50 ribu per tabak, serta ikan patin segar seberat 100 kg seharga Rp35 ribu per kg, dan lainnya.

GPM ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan dengan Dinas Pertanian, Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya, dalam rangka stabilisasi pasokan serta harga pangan.

"Harga komoditas yang kami jual dalam GPM ini merupakan harga subsidi, sehingga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga pasaran," kata Eigh Manto.

GPM ini juga sejalan dengan program unggulan Bupati Gumas Jaya S Monong dan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, yakni Tumbun Bungai Mandiri, sebagai wujud kemandirian pangan di daerah setempat.

Sementara itu, Camat Kurun, Rosalia menyambut baik pelaksanaan GPM tersebut, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Antusiasme masyarakat pun terlihat luar biasa, bahkan sebelum kegiatan dimulai, warga sudah ramai berdatangan dan mengantre untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan bersubsidi tersebut. Hal itu karena harga yang ditawarkan di GPM lebih murah dibanding harga pasaran di Kuala Kurun, seperti komoditas bawang merah, bawang putih, hingga gula pasir.

Bawang merah dan bawang putih di pasaran dijual sekitar Rp20 ribu per 0,5 kg, sedangkan di GPM hanya Rp15 ribu. Begitu juga gula pasir, di pasaran sekitar Rp19 ribu, namun di GPM cukup Rp15 ribu per kg.

"Semoga ke depan GPM kembali dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kurun," kata Rosalia.

ANTARA