BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan buruh PT Surya Inti Sawit Kahuripan (SISK) Makin Group duduk diam dalam aksi mogok makan di Bundaran Besar, Palangka Raya, Selasa (31/1/2017) pagi.

Mereka tidak berbicara, bahkan mulut mereka ditutup dengan masker. Selain itu mereka juga mengenakan pita merah yang diikatkan di kepala. Kemudian juga mengalungkan sebuah kertas yang telah dilaminating bertuliskan identitas diri dengan diawali kalimat "kami yang teraniaya".

Koordinator Wilayah Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Provinsi Kalimantan Tengah, Hatir Sata Tarigan mengatakan aksi mogok makan tersebut merupakan inisiatif para buruh. "Mogok ini sampai semampu mereka. Mereka juga telah membuat pernyataan bahwa mogok makan ini atas inisiatif mereka. Tidak ada paksaan," ucapnya. (BUDI YULIANTO/B-6)