BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara akan mengajukan pengadaan mesin pengukur kualitas udara atau alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di tahun 2017 melalui dana ABPD kabupaten agar kualitas udara di daerah ini bisa diketahui.
"Tahun ini kita akan ajukan pembelian mesin pengkur kualitas udara agar kita bisa memantau kualitas udara kita," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Sukamara Anderson A Kumpang, Selasa (31/1/2017).
Menurutnya, alat pengukur udara memang diperlukan agar pihaknya bisa mengetahui dan memantau apakah kualitas udara di Sukamara sehat atau tercemar, sebab jika hanya dilihat secara kasat mata udara memang terlihat baik-baik saja.
“Namun kita tidak mengetahui apakah udara yang terlihat baik, sehat untuk dihirup karena di wilayah kita ada cerobong asap dari beberapa perusahaan sawit yang bisa saja menpengaruhi kualitas udara,” tuturnya.
Selain itu, dengan dipasangnya alat kualitas udara ditengah-tengah masyarakat akan membuat warga setempat bisa memantau langsung apakah kualitas udara di wilayah tersebut sehat atau tidak sehat.
“Karena dimesin pengukur udara akan tertulis situasi keadaan udara, jika memang udaranya sehat maka akan tertulis sehat dan jika udara tercemar maka tulisannya akan berbahaya,” terang Anderson. (NORHASANAH/B-5)








