BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut dengan akronim dan singkatan. Namun, tidak jarang masyarakat masih memperdebatkan, bahkan salah dalam cara penulisannya.
Sebagai contoh kata KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Apakah ditulis menggunakan huruf kapital semua atau huruf kapital hanya pada awal kata atau justru huruf kecil semua?
Tenaga Penyuluh pada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tjak Basori mempunyai jawabannya. Menurut dia, kata KONI merupakan bentuk dari singkatan. Sehingga harus ditulis dalam huruf kapital semua.
"KONI itu kan singkatan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia. Huruf-huruf awalnya diambil kemudian dijadikan singkatan. Maka harus ditulis kapital semua," ungkap Basori saat menjadi narasumber dalam Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Awak Media se- Kalimantan Tengah di Hotel Fovere, Palangka Raya, Kamis (9/3/29017).
Dikatakannya bahwa akronimlah yang dapat ditulis dalam huruf biasa secara keseluruhan atau hanya huruf awalnya yang ditulis kapital. Hal itu lantaran akronim biasanya diciptakan berdasarkan kenyamanan pelafalan.
"Misalnya rudal, itukan akronim dari peluru kendali. Atau Pusdiklat, akronim dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Namun, untuk KONI memang penyebutannya nyaman sehingga banyak orang yang salah kaprah sehingga menulisnya dalam huruf kecil karena mengiranya sebagai akronim, padahal KONI adalah singkatan," ungkapnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








