BORNEONEWS, Palangka Raya - Di kalangan wartawan masih ada perseteruan terkait akronim pemko dan pemkot dalam menyingkat frasa pemerintah kota.

Sebagai solusi, Tjak Basori, tenaga penyuluh pada Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, menyarankan para jurnalis agar mengikuti akronim yang digunakan pemerintah.

"Ikuti pemerintah. Kalau Pemerintahnya menulis pemko ikuti, kalau pemerintahnya menulis pemkot ya ikuti juga. Karena ini akronim nama diri sehingga bisa dikatakan suka-suka yang membuat nama," ungkap Basori saat menjadi narasumber dalam Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Awak Media se-Kalteng di Hotel Fovere, Palangka Raya, Kamis (9/3/2017).

Sementara itu, Sri Wanti, staf Protokol dan Komunikasi Pemerintah Kota Palangka Raya, mengatakan bahwa akronim yang sering digunakan untuk kedinasan adalah pemko.

"Biasanya kami pakai pemko untuk penyuratan dan kami harapkan teman-teman media juga menggunakan istilah ini untuk akronim pemerintah kota," ucap Sri kepada Borneonews. (TESTI PRISCILLA/B-3)