BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap saat mengadakan penyuluhan bahasa kepada kalangan pemerintah minimal pejabat eselon IV yang hadir. Bukannya seperti selama ini, yang terjadi adalah dinas mengirimkan para staf atau konseptor untuk mengikuti pelatihan.
"Bukannya kita tidak menghargai para staf atau menganggap tidak perlu para staf diberi penyuluhan. Biasanya saat staf atau konseptor mengajukan sebuah konsep surat ditolak oleh pimpinannya. Alasannya yang ini dan itu salah. Padahal surat yang dikonsep sudah benar menurut kebahasaan," ungkap Basori, Tenaga Penyuluh pada Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Kamis (9/3/2017).
Peneliti muda yang menjadi pembicara dalam kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Awak Media se-Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/3/2017) di Hotel Fovere Palangka Raya ini menyebut hal inilah yang sering membuat kesalahan dalam surat menyurat pemerintahan. Pimpinan merasa paling benar padahal konseptorlah yang telah menerima pelatihan dari balai bahasa.
"Akhirnya ya begitu saja terus, kan pimpinan yang memutuskan setuju tidaknya dengan konsep surat. Makanya kita minta minimal eselon IV yang ikut pelatihan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








