BORNEONEWS, Sampit - Petani padi di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergembira dengan melimpahnya hasil panen yang meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu tak lepas dari bantuan pemerintah, serta TNI. Mulai dari benih berkualitas serta alat mesin pertanian.
"Kalau hasil panen memang meningkat, bahkan 50% dari sebelumnya. Itu dikarenakan kami dibantu pemerintah dengan menggunakan metode Jarwo Super," ujar Acil, salah satu petani di Desa Sungai Sugih, Kecamatan Kota Besi, Senin (18/12/2017).
Dia menjelaskan, panen yang dilakukan pada Desember 2017 ini cukup banyak, mencapai 6 ton per hektare. Meningkat dibandingkan panen pada periode sebelumnya yang hanya 3 ton per hektare.
Penghasilan mereka pun bertambah. Apalagi saat ini harga gabah kering mencapai Rp6.000 per kilogram. Sehingga petani meresa sangat diuntungkan.
"Tentu kami senang, karena penghasilan kami akan terus bertambah. Dan kami juga tidak beli beras lagi untuk kebutuhan makan," kata Acil.
Dia mengatakan, panen padi dilakukan tiga kali dalam setahun. Dan hal itu terus mereka lakukan, karena tanah di daerah tersebut cukup baik. "Yang kami panen ini merupakan periode tanam September 2017 lalu. Saat ini sudah selesai panen," kata Acil. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


