SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Emosi sejumlah elemen masyarakat yang peduli terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur nampaknya tidak terbendung lagi. Rapat awal yang dilaksanakan di kantor HMI Sampit, Jalan A Yani, Kamis (11/1/2018) merencanakan aksi itu pada 5 Februari mendatang.

"Kami merencanakan turun pada 5 Februari 2018. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap maraknya peredaran narkoba di Kotim agar turun," kata aktivis, Gahara, usai rapat.

Menurut Gahara, 3,7 juta butir zenith yang diamankan itu baru yang berhasil terungkap saja. "Kita tidak tahu berapa yang lolos selama ini, kita apresiasi dengan aparat atas penangkapan itu, namun yang kita inginkan si pemesan itu yang harus diborgol," katanya.

Banyaknya geng remaja, tawuran pelajar, hingga kriminal selama ini akibat itu semua. "Luar biasa peredarannya di Kotim, aparat jangan takut kami siap back up," tukasnya.

Senada disampaikan Damang Kepala Adat Kecamatan MB Ketapang M Jais. Menurutnya, masyarakat sudah lelah dengan masalah ini, semakin hari peredaran narkoba di Kotim semakin menjadi-jadi bahkan seperti tidak terkendali. 

"Karena (penangkapan) belum sampai pada bandar besarnya, pengendalinya. Mudah kami rasa bagi aparat untuk mengungkapnya. Kami dukung aparat mengungkap kasus ini sampai tuntas," tegasnya. 

Tidak hanya itu, Jais juga kejaksaan dan pengadilan untuk menghukum berat, tidak hanya pada golongan narkotika saja namun juga zenith sebagai pelanggaran UU Kesehatan.

"Pemkab harus mendukung ini, kami akan turun ke jalan karena kami sangat prihatin melihat ini semua. Kita jangan takut, daripada anak cucu kita mati karena narkoba," tegasnya. (NACO/B-11)