BORNEONEWS, Pangkalan Bun-Sebagai upaya pencegahan bobolnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk ke blok perlindungan di Suaka Margasatwa (SM) Sungai Lamandau, saat ini patroli rutin terus dilakukan oleh anggota Resort SM Sungai Lamandau dan staf Orangutan Foundation United Kingdom(OF-UK) disamping upaya pemadaman api yang saat ini telah berkobar dikawasan konservasi tersebut.
Kepala Resort SM Sungai Lamandau Sugih Trianto, Senin (19/2/2018) menjelaskan bobolnya api dikawasan SM Sungai Lamandau salah satunya disebabkan jauhnya luasan kawasan konservasi ini, sehingga ada bagian yang tidak sempat terpantau.
"Luasan SM Sungai Lamandau sekitar 61.425 hektare yang terbagi dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Kobar dan Sukamara.Kemudian kawasan SM Sungai Lamandau dibagi dalam beberapa blok diantaranya blok Blok perlindungan, blok rehabilitasi, blok khusus dan blok pemanfaatan terbatas," jelas Sugih.
Menurut Sugih, kawasan yang terbakar sekitar tanggal 16 Februari lalu masuk dalam blok rehabilitasi yang berada di Kabupaten Sukamara.
"Berdasarkan pengukuran diketahui sekitar 61 hektare lahan di blok rehabilitasi tersebut yang terbakar. Sedangkan jarak dari blok rehabilitasi menuju blok perlindungan, blok khusus sangat jauh. Karena blok rehabilitasi mayoritas terletak di Kabupaten Sukamara. Sedangkan bblok perlindungan dan blok khusus mayoritas berada di Kabupaten Kobar," jelasnya.
--page
Menurutnya berbagai upaya terus dilakukan agar jangan sampai api bobol masuk ke blok perlindungan yang berada di Kabupaten Kobar.
"Semoga jangan sampai itu terjadi. Lantaran di blok perlindungan tersebut kondisi lahannya terdiri dari gambut tebal. Untuk itulah kami sudah berkoordinasi dengan Manggala Agni dan mereka sudah siap melakukan back up upaya pemadaman di kawasan SM Sungai Lamandau di Kabupaten Sukamara yang saat ini sedang terbakar," jelas Sugih.(WAHYU KRIDA/B-8)


