SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sungguh mengagetkan, kebutuhan narkoba yakni sabu di Kalimantan Tengah mencapai 15 kilogram dalam sebulan.

"Iya, dari analisa yang kami lakukan, kebutuhan narkoba di Kalteng capai 10 hingga 15 kilogram perbulan," ujar Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Kombespol Dedi Prasetyo, saat di Sampit, Sabtu (9/6/2018).

Adanya hal tersebut tidak lepas dari analisa tangkapan dan sitaan barang bukti sabu sejak 2011 dan 2012 lalu. Selain itu juga berdasarkan hasil survei pihak BNN terhadap korban pemakai sabu yang terus bertambah.

"Semua itu bukan sembarangan, namun melalui analisa kami," kata Dedi.

Dirinya juga mengatakan, masuknya 15 kilogam sabu tersebut, akan banyak masyarakat yang terjerumus. Bahkan, bisa mencapai puluhan ribu orang. Karena dalam satu gram sabu saja, bisa dipakai oleh lima hingga enam orang.

"Hal inilah yang menjadi perhatian kita semua, jangan sampai banyak generasi muda di daerah ini yang makin terjerumus hingga semakin bertambah korban narkoba," terang Dedi.

--page

Dirinya juga mengatakan, belum lama ini sedikitnya ada 13 kilogram sabu yang berhasil disita dari bandar dan juga pengedar yang menjalankan bisnis haram itu di Kalteng.

Dengan rincian, 3 kilogram dilakukan oleh aparat kepolisian, sedangkan 10 kilogram oleh pihak BNN. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)