SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini bisa dikatakan darurat narkoba. Bahkan Wakapolda Kalteng Kombespol Dedi Prasetyo menyebut, kebutuhan narkoba jenis sabu mencapai 15 kilogram (kg) dalam setiap bulannya. 

Sabu sebanyak itu dipasok dari tiga jalur, yakni darat, udara, dan laut. Dan itu terjadi di seluruh kabupaten yang ada di Kalteng ini. 

"Untuk pemasok, paling banyak lewat jalur darat, dan udara," ujar Dedi, saat berada di Sampit, Sabtu (9/6/2018) petang kemarin. 

Sabu, imbuh Dedi, banyak dibawa dari tiga daerah, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui jalur darat, Kalimantan Barat (Kalbar), dan juga dari Pulau Jawa melalui jalur udara dan laut. 

"Itulah yang mendominasi pemasok narkoba di Kalteng ini, dan semuanya hasil dari pemeriksaan antara kepolisian dan BNN terhadap para tersangka yang diringkus," kata Dedi. 

--page

Untuk itu pihaknya terus berupaya melakukan penangkapan terhadap para bandar dan pengedar barang haram tersebut. Tidak hanya itu, upaya mencegah masuknya sabu juga terus dilakukan dengan melakukan razia kendaraan dan juga penjagaan di jalur masuk baik itu laut, udara, dan darat. 

"Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar selalu aktif melaporkan kalau ada warga yang menjadi pengedar atau bandar sabu. Sehingga bisa ditindaklanjuti," harap Dedi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)