Langsung ke konten
BorneonewsBorneonews
Pemerintahan

Kapuas

NEWS

Peningkatan konsentrasi partikulat pencemar di udara, khususnya PM10 yang menembus angka 2.577 dan PM2,5 sebesar 982, terjadi seiring intensitas karhutla yang meningkat drastis di musim kemarau 2026. Asap pekat yang dihasilkan dari lokasi kebakaran terbawa angin dan mengendap di kawasan pemukiman, memicu lonjakan ISPU lebih dari 3,5 kali lipat hanya dalam kurun waktu dua hari di stasiun pemantau Selat Hulu, Kecamatan Selat.

Sabrianoor

Suka:0Komentar:0
NEWS

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, mengatakan sekolah tidak harus memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi udara di sekitar sekolah memburuk. Penyesuaian dapat dilakukan dengan mempertimbangkan situasi faktual di lokasi sekolah.

Sabrianoor

Suka:0Komentar:0
NEWS

Angka terbaru tersebut tercatat lebih dari 3,5 kali lipat dibanding rekor sebelumnya yang mencapai 722 pada Selasa, 15 September 2026. Dengan demikian, rekor kualitas udara terburuk selama musim kemarau 2026 kembali pecah dalam waktu hanya dua hari.

Sabrianoor

Suka:0Komentar:0
NEWS

Kepala DP3APPKB Kabupaten Kapuas dr. Tri Setyautami menjelaskan, pendekatan gender justru digunakan untuk melihat siapa yang membutuhkan pelayanan, siapa yang sudah memiliki akses dan siapa yang masih menghadapi hambatan dalam memperoleh manfaat pembangunan.

Sabrianoor

Suka:0Komentar:0
NEWS

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai mengatakan, momentum penyusunan dan pelaksanaan RPJMD harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai isu dan kesenjangan gender sejak awal. Hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.

Sabrianoor

Suka:0Komentar:0