Pemkab Kotawaringin Barat memperketat pengawasan SPMB 2026 dan menyiapkan skema baru bantuan seragam sekolah dalam bentuk tunai bagi siswa SD dan SMP dari keluarga sasaran.
Pemkab Kobar juga mencatat realisasi belanja daerah dan transfer sebesar Rp1,622 triliun atau mencapai 94,43 persen dari pagu anggaran yang telah ditetapkan.
Perubahan perda tersebut diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan regulasi di tingkat pusat sekaligus menjawab kebutuhan tata kelola aset daerah yang semakin baik dan profesional.
Pemahaman masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Karena itu, sosialisasi petunjuk teknis (juknis) harus dilakukan secara maksimal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menyebut, distribusi hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya memperkuat kebersamaan masyarakat.…
Kehadiran Utusan Khusus Presiden memberikan semangat baru bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk terus mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Harga susu SKM di Arut Selatan naik Rp500, sedangkan harga daging ayam ras turun Rp2.000 per kilogram. Mayoritas komoditas di Kotawaringin Barat masih stabil.
Stand Kotawaringin Barat meraih penghargaan terbaik II pada Kalteng Expo 2026 di Palangka Raya. Penjualan produk UMKM Kobar selama expo mencapai Rp155 juta.
Disperindagkop UKM Kotawaringin Barat mencatat harga cabai rawit merah dan gula pasir di Kecamatan Arut Selatan turun pada 21 Mei 2026, sementara komoditas lainnya stabil.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mengikuti arahan instruktur dan mencoba langsung penggunaan peralatan penanggulangan bencana yang disiapkan BPBD
Kesenjangan pertama adalah akses informasi. Ia menilai banyak anak muda di daerah belum mengetahui peluang kerja maupun pelatihan yang tersedia, termasuk bagaimana cara mengaksesnya.
Kepastian tersebut diperoleh setelah personel Dishub Kobar melakukan survei lapangan terhadap layanan angkutan sungai wisata. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan tarif sekaligus menghimpun informasi langsung dari para pelaku usaha transportasi sungai.
Setiap hari tercatat sekitar 500 pengunjung memadati stand Pemkab Kobar, untuk melihat sekaligus membeli berbagai produk unggulan daerah. Bahkan, memasuki hari ketiga, pada 19 Mei 2026 kemarin sudah mendapat omset puluhan juta rupiah.?
Hasil pemantauan di lapangan, dari tarif yang biasanya Rp 2.000, kini tarif penyeberangan angkutan Sungai Arut diketahui mengalami kenaikan sebesar Rp1.000.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai stakeholder, mulai dari unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, media massa, asuransi swasta, organisasi sosial kemasyarakatan, hingga pengguna layanan kesehatan.