Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim diharapkan membuka akses pendidikan layak bagi anak keluarga prasejahtera sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Solusi jangka pendek yang memungkinkan adalah regrouping satuan pendidikan. Namun, kebijakan tersebut memerlukan kajian mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Open House dan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur.
Konsultasi publik merupakan bagian penting dalam tahapan pengadaan tanah untuk memastikan seluruh proses pembangunan berlangsung secara transparan, terbuka, serta memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya.
Proses penjaringan calon peserta didik dilakukan secara aktif dengan melibatkan berbagai pihak. Dinas Sosial, pemerintah kecamatan hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turun langsung mendata dan mencari anak-anak yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Halikinnor mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, aman, dan berkeadilan bagi seluruh anak di Kotim.
"Mari dampingi anak-anak kita dengan kasih sayang, perhatian, dan keteladanan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab,"
Sebanyak 47 siswa SRT 1 Kotim berasal dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Rekrutmen jenjang SD terkendala karena orang tua belum siap melepas anak tinggal di asrama.
Irawati mengaku mendapat momen yang tidak direncanakan. Kehadirannya bertepatan dengan kegiatan syukuran dan doa bersama tolak bala yang diselenggarakan oleh para guru dan keluarga besar Sekolah Rakyat.
Penyiraman difokuskan pada taman yang berada di median jalan protokol, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan HM Arsyad.
Saat ini, sejumlah pekerja terlihat melakukan penataan di kawasan bundaran. Tanaman lama yang dinilai sudah tidak lagi optimal diganti dengan jenis tanaman yang lebih pendek sehingga tampilan tugu bundaran menjadi lebih terbuka dan rapi.