SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotim dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

"Fasilitasnya sangat lengkap. Gedung sekolahnya bagus, meja dan kursinya baru. Bahkan nanti informasinya satu anak akan menggunakan satu laptop untuk mendukung kegiatan belajar," kata Halikinnor, Kamis, 30 Juli 2026.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Open House dan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kotawaringin Timur.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan dasar siswa juga dipenuhi oleh pemerintah selama menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut.

Para siswa akan memperoleh makan tiga kali sehari serta dua kali makanan ringan (snack), sehingga seluruh kebutuhan gizi mereka tetap terjaga selama mengikuti proses belajar.

"Mereka mendapat makan tiga kali sehari ditambah dua kali snack. Bahkan bagi keluarga kurang mampu, fasilitas yang diterima anak-anak di sini bisa jadi lebih baik dibandingkan di rumah," ujarnya.

Dengan fasilitas yang lengkap, Halikinnor berharap para siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa terbebani persoalan ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.

"Artinya tidak ada alasan anak-anak tidak betah atau tidak belajar dengan sungguh-sungguh karena seluruh kebutuhan mereka sudah dipenuhi," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kotim menjadi salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang dipercaya pemerintah pusat menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.

"Di Kalimantan Tengah hanya tiga kabupaten dan satu kota yang mendapat program Sekolah Rakyat. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita," katanya.

Saat ini 270 siswa baru Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 telah menempati gedung permanen. Sementara 100 sisiwa angkatan pertama masih memanfaatkan gedung Islamic Center sebagai lokasi sementara. Namun, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat terus berlangsung dan ditargetkan dapat mulai digunakan sepenuhnya sekitar September hingga Oktober 2026.

"Sementara proses belajar masih menggunakan gedung Islamic Center. Nanti setelah pembangunan fisik selesai, seluruh jenjang pendidikan akan dipindahkan ke gedung Sekolah Rakyat yang baru, mudah-mudahan sekitar September atau Oktober sudah bisa ditempati," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)