Menurut Bupati Rizky, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para veteran dan keluarga mereka. Pemerintah daerah menyadari betul pentingnya memperhatikan para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini.
Ritual ini memiliki makna mendalam dalam tradisi masyarakat Lamandau dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Prosesi ini menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam melestarikan budaya daerah.
Rapat paripurna ini diadakan untuk membahas beberapa agenda penting. Di antaranya adalah penyampaian hasil reses DPRD Kabupaten Lamandau dan penyampaian pendapat akhir fraksi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang tata ruang wilayah Kabupaten Lamandau untuk tahun 202T2044.
Dalam acara itu bupati didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Lamandau membuka expo ditandai dengan pemotongan pita. Agenda ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah.
Lomba ini menampilkan kreativitas peserta dalam mengolah makanan khas daerah, sekaligus memperkenalkan keanekaragaman kuliner tradisional Lamandau kepada masyarakat luas. Dewan juri, yang terdiri dari ahli kuliner dan tokoh masyarakat, akan menilai hidangan berdasarkan rasa, tampilan, kreativitas, penggunaan bahan lokal, dan penyajian.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyatakan kekagumannya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap Festival Babukung. Ia juga optimis bahwa Lamandau Expo 2025 akan mampu menarik lebih dari 4 ribu pengunjung ke Alun-alun Kota Nanga Bulik.
Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan pada Senin, 10 November 2025 di halaman kantor Bupati. Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bertindak sebagai pemimpin upacara.
Usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Bupati Lamandau, bersama Wakil Bupati, Forkopimda, dan Sekretaris Daerah, melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) pada Senin, 10 November 2025.
Bundaran Alun-alun Kota Nanga Bulik menjadi lautan manusia pada Minggu malam, 9 November, saat Festival Babukung 2025 digelar. Ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah menyaksikan kemeriahan acara yang menampilkan seni tari tradisional khas Kalimantan Tengah ini.
Festival yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Lamandau ini menggabungkan dua kegiatan besar, yaitu Festival Babukung dan Lamandau Expo, yang akan berlangsung hingga 14 November 2025.
Suara Tatakup, alat musik tradisional dari bambu yang digoyangkan dan dihentakkan ke tanah, menjadi pengiring utama tarian Babukung. Setiap hentakan dan getarannya seakan menghidupkan kembali roh leluhur yang dulu menjadi bagian dari ritual adat Kaharingan.
Festival ini berlangsung pada 8-14 November 2025, menggabungkan dua kegiatan utama, yaitu Festival Babukung dan Lamandau Expo. Kedua acara ini menjadi etalase yang menunjukkan bagaimana kebudayaan dan kemajuan dapat hidup berdampingan.
Dengan adanya ritual meumpan Bukung, Festival Babukung 2025 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Dayak Tomun kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Babukung adalah tarian topeng yang menggunakan berbagai karakter yang disebut Topeng Luha. Penarinya dikenal sebagai Bukung. Topeng Luha memiliki beragam warna dan motif yang menggambarkan kekuatan dan keindahan alam, sering kali berbentuk hewan-hewan yang kuat dan mengagumkan seperti Bukung Nanga, Bukung Bajang, Bukung Hantu, dan Bukung Tingang.
Kabar ini tentu disambut suka cita oleh masyarakat Lamandau dan Kalimantan Tengah. Tria, yang merupakan jebolan ajang Bujang-Dara Lamandau, telah menunjukkan kemampuan dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, M. Irwansyah, menghadiri acara Penilaian Percontohan Desa Antikorupsi 2025 di Desa Beruta pada Kamis, 6 November 2025.