BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah bersikap kooperatif dan terbuka dalam menyediakan data serta…
BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Entry Meeting Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2026 oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri…
Sektor pendidikan Kalteng meraih nilai 9 dari 10 dalam evaluasi Pro-SN Semester II 2025 pada indikator pembangunan dan revitalisasi pendidikan dasar dan menengah.
Menhut Raja Juli Antoni meminta warga dan korporasi di Kalteng tidak membuka lahan dengan membakar karena ancaman El Nino meningkatkan risiko karhutla.
Anang mengatakan sumber daya air memiliki karakter yang dinamis dan berkaitan erat dengan berbagai sektor pembangunan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan daerah.
Sidang tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo. Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Anang Dirjo disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan sidang dapat terselenggara dengan baik.
Menhut Raja Juli Antoni menyebut OMC menjadi solusi ideal membantu penanganan karhutla Kalteng, terutama di tengah keterbatasan sumber air untuk pemadaman.
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan penanganan karhutla Kalteng membutuhkan partisipasi masyarakat dan mengapresiasi anak muda yang ikut membantu pemadaman.
Keberagaman yang hadir dalam dunia olahraga menunjukkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Semangat tersebut dinilai penting dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Agustiar menegaskan bahwa melihat masyarakat senang dan bahagia menjadi kebanggaan tersendiri. Ia berharap suasana kebersamaan tersebut dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.
Menurut Agustiar, pengembangan olahraga perlu diarahkan untuk membuka ruang bagi generasi muda agar dapat mengembangkan kemampuan mereka. Ia menyebut kelompok usia 15, 18, dan 21 tahun sebagai bagian dari pembinaan yang diharapkan dapat melahirkan bibit unggul.