Hal ini disampaikan Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo pada Kamis, 17 September 2026. Henky mengatakan bahwa hutan memiliki hubungan erat dengan air, pangan, keanekaragaman hayati dan penghidupan masyarakat.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan masyarakat di sekitar kawasan hutan justru dapat menjadi bagian penting dari sistem perlindungan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pekebun untuk mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kebun, peningkatan kualitas Tandan Buah Segar (TBS), hingga akses pemasaran dan kemitraan dengan perusahaan.
Di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, masyarakat terlibat dalam patroli, pemeliharaan lingkungan, pencegahan karhutla, restorasi gambut dan pemantauan keanekaragaman hayati.
SSMS menilai penguatan ekonomi lokal menjadi kunci keberlanjutan konservasi agar masyarakat memperoleh manfaat langsung sekaligus memiliki kepentingan menjaga kawasan hutan.
SSMS mendorong perubahan cara pandang terhadap nilai alam dengan menempatkan jasa ekologis dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau ASPEKPIR dan pendampingan Arra Setya Abadi atau ASA.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan keduanya tidak semestinya dipandang sebagai bentang alam yang berdiri sendiri.
Konservasi di Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian melibatkan tenaga lokal dengan insentif Rp369,6 juta per tahun sekaligus membuka lapangan kerja berbasis lingkungan.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan terdapat 10 tenaga pelaksana yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan tersebut.
Keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam menjaga keberlanjutan tanaman yang telah ditanam. Karena itu, warga diharapkan tidak hanya berpartisipasi saat kegiatan penanaman.
Pada tahap awal, reboisasi dilakukan di areal seluas 10 hektare dengan sekitar 6.250 bibit. Penanaman menggunakan jarak 4 x 4 meter dengan populasi sekitar 625 pohon per hektare.
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS membuka peluang bagi Kelompok Tani Hutan atau KTH di sekitar kawasan untuk terlibat dalam program reboisasi yang dijalankan…
Salah satu bentuknya melalui kemitraan dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) HKm Tani Sejati di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dokter CBI Group, dr. Mila, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini berbagai gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat paparan asap karhutla. Diketahui kurang lebih sebanyak 90 yang melakukan cek kesehatan gratis tersebut.