PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS membuka peluang bagi Kelompok Tani Hutan atau KTH di sekitar kawasan untuk terlibat dalam program reboisasi yang dijalankan perusahaan.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk Henky Satrio Wibowo mengatakan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membuat program reboisasi menjadi kerja bersama. Peluang tersebut mencakup kegiatan penanaman, pemeliharaan maupun pekerjaan pendukung.

“Kami ingin program ini menjadi kerja bersama. KTH yang ada di sekitar kawasan juga memiliki peluang untuk terlibat,” ujar Henky kepada Borneonews pada Sabtu, 12 September 2026.

Bentuk kemitraan yang disiapkan antara lain kontrak kerja, pekerja harian lepas maupun pekerjaan borongan. Skema tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan di lapangan.

Program tersebut telah dimulai melalui penanaman perdana di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Penanaman dilakukan pada Kamis, 3 September 2026.

Di lokasi awal seluas 10 hektare, sekitar 6.250 bibit ditanam dengan melibatkan KTH HKm Tani Sejati. Sekitar 80 persen bibit merupakan tanaman kehutanan, sementara 20 persen berupa tanaman yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

KTH HKm Tani Sejati juga mendapat peran dalam penyediaan bibit dan pemeliharaan tanaman. Pemantauan direncanakan dilakukan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Henky mengatakan pelibatan masyarakat tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam program. Lebih jauh, masyarakat di sekitar kawasan diharapkan ikut memiliki peran dalam menjaga tanaman dan kawasan setelah reboisasi dilakukan.

Program reboisasi tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun, 2026 hingga 2028, dengan total areal sekitar 1.984 hektare. Melalui keterlibatan sejumlah KTH, pelaksanaan program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekitar kawasan. (TESTI PRISCILLA/y)