PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian penting dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan kawasan yang dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian tersebut tidak tercatat mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak 2019.

Kawasan dengan luas sekitar 3.006 hektare itu dikelola dengan melibatkan 213 anggota.

Menurut Henky, keberhasilan menjaga kawasan tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan pengelolaan.

Kegiatan tersebut meliputi patroli dan penjagaan kawasan, pemeliharaan lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, restorasi area gambut yang terbuka hingga pemantauan keanekaragaman hayati.

“Ketika masyarakat diberi ruang untuk mengelola, ruang tersebut harus disertai tanggung jawab, aturan, kapasitas dan pengawasan,” kata Henky kepada Borneonews pada Senin, 14 September 2026.

Ia menilai keterlibatan masyarakat penting karena warga yang berada di sekitar kawasan merupakan pihak yang paling dekat dengan hutan.

Namun, keterlibatan tersebut bukan berarti kawasan dapat dimanfaatkan tanpa batas. Pengelolaan harus tetap mengacu pada ketentuan dan prinsip keberlanjutan.

Henky mengatakan masyarakat juga membutuhkan manfaat nyata dari keterlibatan mereka dalam menjaga kawasan.

Karena itu, aspek ekonomi perlu berjalan bersama dengan agenda konservasi.

“Kita tidak dapat meminta masyarakat menjaga hutan sementara kebutuhan ekonomi mereka diabaikan,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/Y)