PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengungkapan jaringan internasional pengedar setengah kilogram sabu membutuhkan kejelian petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng.

Bahkan, anggota juga harus bekerjasama dengan petugas BNNP Kaltara, Kaltim dan Kalimantan Selatan.

Kepala BNNP Kalteng Berigadir Jenderal Lilik Heri Setiadi mengatakan, pengungkapan tersebut menindaklanjuti informasi dari masyarakat bahwa akan ada kurir yang diduga membawa narkoba dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Namun setelah tertangkap, barulah diketahui kalau para pelaku masuk dalam jaringan internasional. Di antaranya, OA (38) warga Jalan Pondok Labu, Komplek Pondok Pinus, Kalimantan Selatan.

KF (47) warga Jalan Mendawai kawasan Pasar Kahayan, Palangka Raya, Kalteng. WS (43) warga Kota Palangka Raya dan seorang perempuan berinisial MM (47) warga Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. 

--page

Pengungkapan tersebut bermula dari tertangkap OA dan KF di perbatasan Banjarmasin – Kapuas tepatnya Jalan Trans Kalimantan Km 13, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu bungkus besar sabu seberat 501,65 gram. Setelah dikembangkan, barulah dua tersangka sisanya menyusul diringkus.

Mulanya, MM diminta oleh seseorang berinisial ID yang berada di daerah Mojokerto, agar menyerahkan sabu sebanyak itu kepada OA dan KF.

Proses penyerahan sabu berlangsung di daerah Berau. Usai menerima sabu, OA dan KF bergerak menuju Balikpapan, Kaltim.

Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan menggunakan armada bus.
 

--page

Petugas sempat kesulitan mencari karena ada lima bus yang berangkat secara beriringan. Namun, berkat kerjasama yang baik dengan petugas BNN lain, pelaku akhirnya bisa terungkap.

Pada saat tiba di Banjarmasin atau memasuki daerah perbatasan dengan Kabupaten Kapuas, keduapun diringkus. “Jadi kita mengikuti mereka dari Balikpapan, menuju Banjarmasin. Kita melibat petugas BNN lainnya,” kata Lilik Heri Setiadi, Rabu (1/8/2018).

"Mereka merupakan jaringan internasional dari Malaysia. Pengungkapan ini melibatkan berbagai petugas BNN, seperti BNN Kaltara, Kaltim, Kalsel dan Kalteng," tuturnya. (BUDI YULIANTO)