PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigadir Jenderal Lilik Heri Setiadi menyebut pengungkapan empat pengedar sabu jaringan internasional berlangsung dramatis.

Petugas sempat kesusahan mencari pelakunya karena para pengedar menjalankan bisnis terlarang itu dengan cukup rapi. “Cukup dramatis sekali. Jaringan ini luar biasa rapi dan susah menangkapnya,” kata Lilik Heri Setiadi, Rabu (1/8/2018).

Ia menjelaskan bentuk susahnya mengungkap mereka ketika dua pengedar berinisial OA dan KF membawa sabu dari Balikpapan menuju Banjarmasin menggunakan armada jenis bus. Kala itu, ada lima bus yang berangkat secara beriringan.

Anggota BNNP Kalteng yang sudah bekerjasama dengan BNNP Kalsel, Kaltim dan Kaltara mematangkan koordinasi. Kemudian, 10 anggota gabungan memasuki lima bus masing-masing bus dua orang terdiri dari satu Polwan dan satu polisi laki-laki.

Di tengah perjalanan, OA dan AF dicurigai berada dalam bus nomor dua dari depan. Ketika turun di Banjarmasin, OA dan KF disergap. Berikutnya ditemukan 501,65 gram sabu. Selanjutnya, dua orang tersebut dibawa menuju Kabupaten Kapuas.

--page

Dalam perjalanan, ID seseorang dari Mojokerto menghubungi OA dan AF agar sabu yang ia bawa diletakkan di Jalan Mahir Mahar. ID tidak mengetahui jika OA dan AF kala itu sudah ditangkap anggota BNNP Kalteng.

Selanjutnya, OA dan AF membuang sabu tersebut di suatu tempat sesuai arahan ID. Tidak lama kemudian, ada seorang pengendara motor datang ke lokasi pembuangan. “Pertama terlihat, tapi dia mungkin curiga sehingga pergi lagi. Beberapa menit kemudian datang lagi dan mengambil barang itu. Selanjutnya kita lakukan penangkapan,” ungkapnya.

Usai menangkap WS, petugas melakukan pengembangan dan berhasil meringkus perempuan berinisial MM. Sedangkan ID, posisinya saat ini masih diselidiki. (BUDI YULIANTO/B-2)