PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tiga siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata membeli sabu secara patungan, lalu mengisap barang terlarang tersebut.

Mereka juga mengaku mendapatkan sabu itu dari temannya. "Kenal dengan teman di luar pak. Ada juga kawan sekolah," ucap seorang pelaku didampingi dua rekannya yang juga positif,  di hadapan Kepala BNN Kota Palangka Raya, Muhammad Soedja'i, Kamis (16/8/2018).

Mereka ketahuan mengonsumsi sabu setelah petugas BNN melakukan tes urine terhadap 40 siswa dan 10 guru di sekolah.

Mereka mengaku sudah beberapa kali menggunakan sabu. "Kalau tidak pakai, gelisah perasaan pak. Badan lemas, pegal-pegal," tuturnya.

Sementara itu, Soedja'i memberikan saran keras agar berhenti mengonsumsi sabu. Sebab, apabila sudah kecanduan, masa depan akan menjadi suram.

--page

Untuk saat ini, ketiga siswa tersebut hanya diberikan nasihat berikut surat pernyataan tidak mengulangi. Selanjutnya, menjalani rehabilitasi rawat jalan. (BUDI YULIANTO/B-2)