BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang anak yang terpapar sabu akan memiliki sikap dan perilaku berbeda. Bahkan, terhadap orang tua saja berani melawan.
Inilah yang dirasakan ibu warga Palangka Raya. Ia mengetahui anaknya yang masih duduk di bangku SMA positif mengonsumsi sabu, hasil dari tes urine oleh BNN Kota Palangka Raya, Kamis (16/8/2018).
"Sebenarnya sudah curiga dan akan memeriksa tapi belum ada waktu. Sampai akhirnya di sini (kantor BNN kota)," kata sang ibu.
Ia menuturkan, perubahan sikap dan perilaku anaknya itu terjadi setelah SMA. "Dulu waktu SMP tidak begini. Sekarang suka melawan. Diberi nasihat melawan. Diminta tidak usah keluar, tetap keluar," ceritanya.
"Terus suka meminta uang. Sehari Rp50 ribu. Kalau tidak dikasih melawan," imbuhnya.
--page
Sang Ibu sempat bingung meladeni anak ketiga dari empat bersaudara itu. Sampai akhirnya, sang anak dibawa ke BNN karena ketahuan positif mengonsumsi sabu.
Kepala BNN Kota Palangka Raya, Muhammad Soedja'i memberikan saran terhadap anaknya itu untuk tidak melawan orang tua.
Berkaitan dengan positif sabu, Soedja'i menyebut, anak pelaku akan menjalani rehabilitasi rawat jalan bersama dua rekannya yang juga ketahuan positif sabu.
Dengan harapan, mereka tidak lagi memakai sabu. Ketiganya juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. (BUDI YULIANTO/B-2)








