BORNEONEWS, Sampit - Hat menyebut kalau dirinya pengedar zenith dan pengguna narkotika jenis sabu. Bahkan saat diamankan ia tengah mengisab sabu.
"Saat datang polisi saya lagi ngisab sabu," kata warga Jalan Partoe Muksin, Kelurahan Basirih Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Menurut tersangka istri maupun anak terdakwa tidak tahu kalau ia menggunakan sabu. "Saya diam-diam menggunakan waktu itu. Makanya istri tidak tahu," tukas pria yang keehariannya bekerja sebagai sopir itu.
Menurut Hat sabu ia beli dari Salap warga Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaua Hilir Selatan. Sementara zenith titipan Boy ia hanya menjualnya. Satu boks dihargai Rp500 ribu jika habis terjual baru uangnya ia serahkan.
"Saya sudah delapan bulan jual zenith," ungkap pria itu di hadapan majelis hakim yang diketuai Muslim Setiawan dan JPU Kejari Kotim, Pintar Simbolon saat sidang Selasa (25/9/2018).
--page
Dari kediaman terdakwa saat digeledah Senin (23/4/2018) ditemukan barang bukti berupa satu paket kecil sabu dan 69 butir zenith. Selain itu, aparat juga berhasil mengamankan alat isap sabu, satu bundel plastik klip, ponsel dan uang tunai senilai Rp122 ribu. (NACO/B-5)








